Selasa, 30 Juni 2009

KETERLEKATAN PERILAKU EKONOMI DALAM HUBUNGAN SOSIAL



KONSEP KETERLEKATAN

Konsep ini digunakan untuk menjelaskan fenomena perilaku ekonomi dalam hubungan sosial. Konsep keterlekatan, menurut Granovetter, merupakan tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam jaringan sosial personal yang sedang berlangsung di antara para aktor. Ini tidak hanya terbatas terhadap tindakan aktor individual sendiri tetapi juga mencakup perilaku ekonomi yang lebih luas, seperti penetapan harga dan institusi-institusi ekonomi, yang semuanya terpendam dalam suatu jaringan hubungan sosial. Adapun yang dimaksudkan jaringan hubungan sosial ialah sebagai “Suatu rangkaian hubungan yang teratur atau hubungan sosial yang sama di antara individu-individu atau kelompok-kelompok.”

Cara seorang terlekat dalam jaringan hubungan sosial adalah penting dalam penentuan banyaknya tindakan sosial dan jumlah dari hasil institusional. Misalnya, apa yang terjadi dalam produksi, distribusi dan konsumsi sangat banyak dipengaruhi oleh keterlekatan orang dalam hubungan sosial.

KETERLEKATAN EKONOMI DALAM MASYARAKAT MODERN

Menurut Polanyi dan kawan-kawan ([1957]1971:43,68) ekonomi dalam masyarakat pra-industri melekat dalam institusi-institusi sosial,politik, dan agama. Ini berarti bahwa fenomena seperti perdagangan, uang dan pasar diilhami tujuan selain dari mencari keuntungan. Kehidupan ekonomi dalam masyarakat pra-industri diatur oleh resiprositas dan redistribusi.

Permintaan dan penawaran bukan sebagai pembentuk harga tetapi lebih kepada tradisi atau otoritas politik. Sebaliknya dalam masyarakat modern, “Pasar yang menetapkan harga” diatur oleh suatu logika baru, yaitu logika yang menyatakan bahwa tindakan ekonomi tidak mesti melekat dalam masyrakat. Dengan kata lain, ekonomi terstrukturatas dasar pasar yang mengatur dirinya sendiri dan secara radikal melepaskan dirinya dari institusi sosial lainnya untuk berfungsi menurut hukumnya. Jadi ekonomi dalam tipe masyarakat seperti ini, ditegaskan sekali lagi, diatur oleh harga pasar, yang mana manusia berperilaku dalam suatu cara tertentu untuk mencapai perolehan yang maksimum.

Dalam membahas keterlekatan ekonomi dalam masyarakat. Poanya mengajukan tiga tipe proses ekonomi yaitu resiprositas, redistribusi, dan pertukaran. Itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara individu-individu sering dilakukan. Hal ini terjadi karena adanya komunitas politik yang terpusat. Misalnya pada kerajaan-kerajaan Jawa tradisional, raja mempunyai hak untuk mengumpulkan pajak dari rakyatnya. Sebaliknya rakyat akan mendapat perlindungan keamanan maupun “berkah” dari pusat(raja). Acara sekatenan yang diadakan sekali setahun merupakan satu contoh redistribusi yang dilakukan oleh pusat.

Granovetter dan Swedberg (1992) tidak setuju dengan Polanyi tentang tingkat atau derajat dari keterlekatan. Dia menegaskan bahwa tindakan ekonomi dalam masyarakat industri juga melekat sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat pra-industri, dengan tingkat dan level yang berbeda.

Behavoiur (1976), mulai dengan beberapa unit perilaku atau aktor yang diasumsikan “berperilaku rasional” . Berperilaku rasional berarti memaksimalkan keajengan perilaku yang diantisipasi atau diharapkan akan membawa imbalan atau hasil di masa akan datang.

Dalam hal ini rasional berarti :

  • Aktor melakukan perhitungan dari pemanfaatan atau preferensi dalam pemilihan suatu bentuk tindakan.
  • Aktor juga menghitung biaya bagi setiap jalur perilaku.
  • Aktor berusaha memaksimalkan pemanfaatan untuk mencapai pilihan tertentu.

Menurut Granovetter (1989), pendekatan pilihan rasional adalah bentuk ekstrem dari indivudualisme metodologis yang mencoba meletakkan suatu superstruktur yang luas diatas fundamen yang sempit, karena pendekatan pilihan rasional tidak memperhatikan secara serius pentingnya struktur jaringan sosial dan bagaimana struktur ini mempengaruhi hasil secara keseluruhan.

KETERLEKATAN VERSUS PILIHAN RASIONAL

Behaviour (1976), mulai dengan beberapa unit perilaku atau aktor yang diasumsikan “ber[erilaku rasional “. Berperilaku rasional” berarti memaksimalkan keajegan perilaku yang diantisipasi atau diharapkan akan emmbawa imbalan atau hasil di masa akan datang. Dalam hal ini rasional berararti:

v Aktor melakukan perhitungan dari pemanfaatan atau preferensi dalam pemilihan suatu bentuk tindakan.

v Aktor juga menghitung ibiaya bagi setiap jalur perilaku.

v Aktor bersuaha memaksimalkan pemanfaatan untuk mencapai pilihan tertentu.

KETERLEKATAN VERSUS EKONOMI INSITUSI BARU

Ekonomi Institusi Baru (EIB) berasal dari perluasan analisis ekonomi dalam rangka memasukkan institusi-institusi sosial ke dalam cakupan perhatian. Beberapa kepercayaan umum yang dimiliki oleh teoritisi Ekonomi Instituisi Baru adalah :

ü Arus utama ekonomi harus berhubungan dengan institusi-institusi.

ü Analisis insttitusi-institusi yang selama ini terabaikan dapat dilakukan secara langsung atas dasar prinsip-prinsip ekonomi neo-klasik.

Menurut Granovetter dan Swedberg (1992) teoretisi EIB merupakan suatu kumpulan ekonom yang heterogen.

Lebih lanjut Granovetter menegaskan bahwa institusi tidak dapat dijelakan pada prinsip-prinsip ekonomi neoklasik, khususnya efisiensi; instituisi yang ada akan lebih tepat bila dipandang sebagai konstruksi sosial atas kenyataan. Dengan demikian, insituisi ekonomi, dikonstruksi dengan mobilisasi sumber-sumber melalui jaringan sosial; dan dibangun dengan pertimbangan latar belakang masyarakat,politik, pasar, dan teknologi.

PENERAPAN KONSEP KETERLEKATAN

Dalam perilaku ekonomi tersebut melekat konsep kepercayaan (trust). Kepercayaan merupakan institusi sosial yang berakar dari hasil evolusi kekuatan-kekuatan politik,sosial,sejarah dan hukum, dipandang sebagai solusi yang efisien terhadap fenomena ekonomi tertentu.

Sebaliknya pendekatan aktor yang lebih tersosialisasi memandang bahwa kepercayaan merupakan moralitas umum dalam perilaku ekonomi. Moralitas tersebut dipandang sesuatu yang umum dan universal terjadi dalam perilaku ekonomi.

Kedua pendekatan tersebut diatas mengabaikan identitas dan hubungan masa lampau para aktor yang terlibat dalam suatu interaksi sosial. Oleh karena itu pendekatan sosiologi ekonomi baru atau sering juga disebut pendekatan “keterlekatan” mengajukan pandangan yang lebih dinamis, yaitu bahwa kepercayaan tidak mucul dengan seketika tetapi terbit dari proses hubungan antar pribadi dari aktor-aktor yang sudah lama terlibat dalam perilaku ekonomi secara bersama.

JARINGAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN EKONOMI

Bagi sosiolog studi tentang jaringan sosial telah dikenal sejak 1960-an, yang dihubungkan dengan bagaimana individu terkait antara satu dengan lainnya dan bagaimana ikatan afiliasi melayani baik sebagai pelicin untuk memperoleh sesuatu yang dikerjakan maupun sebagai perkeat yang memberikan tatanan dan makna pada kehidupan sosial. Pada tingkatan antar individu, jaringan sosial dapat dedefenisikan sebagai rangkaian hubungan yang khas diantara sejumlah orang dengan sifat tambahan, yang ciri-ciri dari hubungan ini sebagai ini sebagai keseluruhan, yang digunakan untuk menginterpretasikan tingkah laku sosial dari individu-individu yang terlibat.

Berdasarkan literatur yang berkembang, Powell dan Smith Doerr (1994) mengajukan dua pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami jaringan sosial, yaitu pendekatan analisis atau abstrak dan pendekatan preskriptif atau studi kasus. Pendekatan analisis terhadap jaringan sosial menekankan analisis abstrak pada :

a. Pola Informal dalam organisasi, pada dasarnya area ini memiliki kerangka pemikiran yaitu hubungan informal sebagai pusat kehidupan politik organisasi-organisasi.

b. Jaringan juga memperhatikan tentang bagaimana lingkungan di dalam organisasi dikonstruksi.

c. Sebagai suatu alat penelitian formal untuk menganalis kekuasaan dan otonomi.

Pendekatan preskriptif memandang jaringan sosial sebagai pengaturan logika atau sebagai suatu cara menggerakkan hubungan-hubungan di antara para aktor ekonomi. Pendekatan ini cenderung untuk melihat motif yang berbeda dalam kehidupan ekonomi seperti analisis jaringan sosial dalam pasar tenaga kerja,etika bisnis, dan organisasi dari kelompok bisnis.

Persamaan antara pendekatan analitis dan pendekatan preskriptif didsarkan atas kerangka kerja konseptual dari :

v Keterlekatan, resiprositas dan koneksi.

v Pemakain bahasa dan model tindakan.

Baik pendekatan analitis maupun pendekatan preskriptif mempunyai keterbatasan. Keadaan tersebut menyebabkan kedua pendekatan tersebut tidak mampu melihat keseluruhan struktur atau bentuk dan isi jaringan sosial secara mendalam. Sebaliknya, pendekatan yang berorientasi abstrak sering terlalu sedikit memberi perhatian pada substansi.

Dalam melakukan penelitian tentang jaringan sosial, terdapat empat bidang penelitian yang dapat dikerjakan oleh sosiolog.

1. JARINGAN INFORMAL DARI AKSES DAN KESEMPATAN

Pada Bidang ini penelitian yang telah dilakukan difokuskan pada penggunaan jaringan sosial dalam pekerjaan : moblisasi dan difusi. Jaringan sosial memudahkan mobilisasi sumber daya. Mempertahankan seseorang untuk memegang suatu jabatan atau membangun usaha bisnis, membutuhkan suatu kemampuan untuk mengerakkan sumber daya dalam bentuk informasi dan finansial. Jaringan komunikasi memainkan peranan penting dalam penyebaran model, struktur, praktek dan budaya bisnis.

2. JARINGAN FORMAL PENGARUH DAN KEKUASAAN

Bagian ini menggunakan pendekatan analitis untuk menjelaskan kekuasaan aktor-aktor ekonomi. (Mintz dan Scwartz,1985;Burt,1992;Mizruchi,1992). Kubu pemikiran ini mempercayai bahwa “Kekuasaan melekat secara situasional, ia bersifat dinamis dan tidak stabil secara potensial.” Sementara itu menurut Powell dan Smith-Doerr, kekuasaan itu sendiri didefenisikan sebagai otoritas formal, pengaruh formal, dan dominasi . Analisis jaringan sosial tentang kekuasaan terdiri dari legitimasi, informasi dan kekuatan. Kekuasaan berada dalam posisi struktural.

Dalam memahami jaringan sosial dalam kekuasaan dapat didekati dengan tiga perspektif, yaitu pertukaran sosial,ketergantungan sumber daya, dan kelas sosial.

3. Organisasi sebagai jaringan sosial dari perjanjian

Analisis jaringan organisasi didasarkan atas organisasi formal dan organisasi informal. Menurut Dalton (1959:219) formal berarti sesuatu yang direncanakan dan disetujui atasnya sedangkan informal berarti ikatan-ikatan yang spontan dan fleksibel di antara anggota-anggota yang dituntun oleh perasaan-perasaan dan kepentingan pribadi yang tidak dapt dipertahankan oleh kegiatan formal. Organisasi formal biasanya mempunyai struktur hirearkis, dihubungkan secara mendalam dengan jaringan yang lebih luas, sedangkan jaringan informal dapat tidak memihak dan menembus batas struktur yang hirearkis. Jaringan memberikan suatu cara bagi perusahaan besar untuk mengamankan taruhannya dalam menghadapi ketidakpastian dan hambatan pasar.

4. Jaringan Sosial dari Produksi

Seperti juga jaringan lain, pada jaringan sosial dari produksi memandang penting arti dari suatu kepercayaan (trust). Misalnya dalam suatu proses monitoring kegiatan produksi maka akan lebih mudah dan lebih alami serta sangat efektif apabila dilakukan oleh teman sejawat dibandingkan atasan.

Powell dan Smith-Doerr (1994) mengajukan empat tipe jaringan produksi secara bersama, yaitu regional, penelitian dan pengembangan, kelompok bisnis, aliansi strategis dan produksi bersama.

Tipe penelitian dan pengembangan merupakan jaringan sosial dari produksi yang berlandaskan atas kerja sama ilmiah. Jaringan sosial dari produksi yang bertipe kelompok bisnis digerakkan oleh ikatan antar organisasi yang horizontal dan relatif egaliter berkombinasi dengan hubungan vertikal yang lebih hirearkis, dengan landasan otoritas dan kebijakan.

Alisansi strategis dan produksi bersama merupakan jaringan produksi yang lebih bersifat formal, karena dibentuk atas persetujuan bersama untuk bekerja sama yang jangka waktunya relatif pendek.

DISK OPERATING SISTEM


Oleh : Jamson, H. Tp(B)

Yang artinya : Sistem Operasi mula-mula yang dipelajari dalam system computer menggunakan disk (tempat penyimpanan ).

Tempat penyimpanan itu terdiri dari :

1. Disket ( A:\) = baca A prompt>

2. Harddisk ( C:\)= baca C prompt>

3. CD ROM ( D:\) = baca D prompt>

4. Flash Disk ( F:\)= baca F promp>

Kita mulai belajar dengan perintah-perintah yang ada dalam DOS:

1. Untuk menampilkan seluruh isi yang ada dalam disket A:\

Perintahnya adalah : ingat posisi cursornya :

Apabila dalam posisi cursornya c:\windows\

Ketik : A:┘ (Enter)

Dan untuk menampilkan isi dalam disket tersebut yaitu :

A:\dir lalu tekan enter (ketik : dir untuk tampil )

2. Dan untuk menampilkan dengan cara melebar yaitu dengan perintah :

A:\dir/w lalu tekan enter (ketik: dir baru garis miring lalu W yang artinya (width) = melebar lalu tekan enter )

3. Dan untuk menampilkan dengan cara memanjang yaitu dengan perintah :

A:\dir/p lalu tekan enter (ketik: dir baru garis miring lalu P yang artinya (Page) = memanjang lalu tekan enter )

4. Untuk membuat directory baru ( Folder Baru ) yaitu dengan cara :

A:\ MD Baru ( ketik MD terus tekan spasi Baru) MD = Make Directory dengan nama folder Baru

Folder/Directory = Sebuah ruangan /kamar khusus yang kita bisa ubah namanya sekeherndak hati user/pengguna

5. Untuk kembali ke awal (keluar dari folder ) yaitu :

Pada posisi A:\Baru tadi ketik : CD menjadi : A:\Baru\CD hasilnya : menjadi A:\

CD= Change Directory ( Merubah Directory)

6. Untuk menghapus semua isi dalam disket yaitu perintahnya:

A:\del . (ketik del baru ketik tanda : . )

Atau :

A:\del *.* (ketik del baru ketik tanda * baru . baru bintang (*) lagi )

7. Yang perlu diketahui dalam suatu nama file yaitu :

Misalnya :

ABDULLAH.COM

Abdullah = nama file dengan extension COM

Nama file harus berjumlah 8 Character dan extension file harus berjumlah 3 Character

DANIEL.COM juga bisa dibuat,GABRIEL.COM

.COM, artinya : ektension yang bersifat Command ( perintah)

.EXE ,artinya : ektension yang bersifat system aplikasi dan dapat dijalankan

.SYS. artinya : ektension yang bersifat system

Sebelum kita mengaktifkan suatu disket kosong terlebih dahulu kita format ulang dulu disket kita, artinya: isi disket kosong agar tetap beraturan dan terjaga keamanannya, cukup sekali format saja disketnya, apabila suatu disket yang sudah berisi tidak perlu di format lagi karena nantinya : isinya akan hilang semua tanpa terkecuali.

Cara memformat suatu disket kosong yaitu :

A:\format a:enter ( ketik format baru spasi lalu keti a: baru tekan enter )

Nantinya disket kosong tersebut bisa kita beri nama kita sendiri.

Nah, setelah disket telah diisi baru kita lakukan perintah diatas 1-7 tersebut.

8. Perintah untuk membuat folder baru sebelumnya sudah kita ketahui dengan cara :

A:MD Baru (ketik MD tekan spasi lalu ketik Baru lalu enter )

Dan untuk mengembalikan ke seperti awal semula yaitu dengan cara :

A:\CD (ketik CD tekan spasi lalu enter )

9. Perintah meng-copy (menyalin ) semua file ke dalam folder baru dibentuk tadi yaitu : dengan cara :

A:\ copy *.* baru ( ketik copy ketik * ketik . ketik * lalu spasi ketik baru ) yang artinya : mencopy/menyalin seluruh isi yang ada di disket A ke dalam folder baru juga dalam disket tersebut.

WARISAN BANGSA INDONESIA

TAUKAH KAMU ? BAHWA

Penulis buku "Tahun 2015 Indonesia Pecah" Djuyoto Suntani, Presiden The World Peace Committee (WPC) membuat penasaran banyak sekali masyarakat Indonesia. Benarkah bangsa Indonesia akan pecah 7 tahun mendatang? Konon menurut buku tersebut bangsa Indonesia akan menjadi paling tidak 17 negara bagian pada usia 70 tahun Indonesia merdeka.

Hal yang mendasari penulis memprediksikan bahwa bagsa Indonesia pecah pada tahun 2015 memang cukup masuk diakal, terutama bila kita melihat realita yang terjadi saat ini. Kerentanan untuk perpecahan di beberapa daerah merupakan fenomena dan indikasi yang mengarah kepada prediksi sang Penulis.

Sempat terpikir dibenak saya, kira - kira bangsa manakah yang akan mnyerang Indonesia tahun 2015? Namun kita lebih sepakat bahwa bangsa ini tidak pecah akibat diserang oleh negara lain, namun karena konflik internal yang sekarang tidak kita sadari sedang menggerogoti sendi - sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedikit uraian dari "dongeng" tersebut adalah sebagai berikut. Di abad ke-6 dan 7 wilayah nusantara ini terbentuk sebuah kerajaan yang mayoritas masyarakatnya beragama Budha yang sangat megah dan besar, dimana masyarakatnya Gema Ripah, hidup dalam kesejahteraan dan kedamaian yang dikenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Namun Kerajaan Sriwijaya ini hanya berumur lebih kurang 70 tahun karena konflik internal kerajaan tersebut. Alhasil, kita hanya bisa mengenangnya dalam bentuk sejarah.

7 Abad kemudian, wilayah Nusantara ini kembali bisa dipersatukan oleh sebuah kerajaan Majapahit (abad ke 14), dimana masyarakatnya mayoritas beragama Hindu. Kerajaan Majapahit ini juga kerajaan yang Gema Ripah, masyarakatnya sangat sejahtera dan makmur. Sama seperti kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit sangat disegani kawan maupun lawan pada saat itu. Namun lagi - lagi ada konflik internal sehingga kerajaan ini kembali tenggelam ke laut yang paling dalam dan hanya bisa dilihat dari sejarah. Usia kejayaan kerajaan ini juga hanya sekitar 70 tahun. 7 Abad kemudian, wilayah Nusantara ini kembali bersatu dalam wadah bangsa Indonesia (abad 20 dan abad 21/masa sekarang) dan beberapa saat terjadi masa - masa keemasan bangsa Indonesia di dunia seperti pernah swasembada beras (negara agraria), bangsa ini juga bisa memproduksi pesawat melalui PT Dirgantara Indonesia serta pernah mendapat julukan sebagai Macan Asia. Penduduknya saat ini Mayoritas beragama Islam. Sepanjang hampir 70 tahun perjalanan bangsa Indonesia, sangat banyak ditemukan konflik internal di bangsa ini terutama pasca Reformasi 1 dekade lalu. Separatisme muncul dimana - mana, pertentangan idiologi oleh sekelompok orang juga masih marak hingga detik ini. Devide et impera merupakan indikasi yang bisa menghancurkan bangsa ini seperti prediksi pada buku tersebut.

Namun kita tidak terbatas pada pemikiran negatif akan pecahnya bangsa ini. Rasa nasionalisme merupakan salah satu kekuatan yang bisa menyelamatkan bangsa dari segala macam keterpurukannya. Namun tidak bisa dipungkiri proses menuju demokrasi yang sesungguhnya sama seperti melewati lubang jarum, penuh tantangan dan kesulitan. Setiap elemen bangsa harus bersatu sebagaimana dahulu para pendidi negara ini mau bersatu dan meninggalkan 4 warisan bangsa Indonesia yang masih dan akan terus kita pertahankan selama mungkin. Adapun 4 warisan tersebut anadalah sebagai berikut:

1. Bhinneka Tunggal Ika.

Bangsa kita terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan adat istiadat bahkan agama yang dipandang bukan sebagai kelemahan, melainkan kekuatan untuk membentuk sebuah negara. Pernahkah kita membayangkan bila karena kepentingan satu kelompok saja (sebut saja Jawa) maka Bali dan Papua mungkin tidak akan masuk ke dalam wilayah Indonesia. Namun para pndiri bangsa ini sadar dan sangat bijak melihat kepentingan yang lebih besar sehingga mengakomodir kaum - kaum yang berdiam dari sabang sampai merauke. Hal ini bisa dilihat dari penentuan bahasa yang akan dipaki saat mereka akan membentuk sebuah negara. Logikanya adalah yang mayoritas pasti akan menguasai dan cenderung menginginkan kehendaknya. Pada saat perjuangan kemerdekaan, para pendiri bangsa ini mayoritas dari etnis Jawa, Sunda dan Ambon, namun bahasa yang digunakan sebagai bahasa negara saat itu justru berasal dari bahasa etnis Melayu yang jumlahnya lebih sedikit. Idealnya saat itu bahasa Jawa sangat berpeluang menjadi bahasa yang digunakan sebagai bahasa negara. Namun karena founders kita tersebut sangan bijaksana, maka bahasa Melayu yang merupakan bahasa Indonesia.

2. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengapa disebut kesatuan? Wilayah Nusantara ini dahulu terdiri dari banyak sekali kerajaan - kerajaan. Wilayah Geografisnya yang berbentuk kepulauan merupakan penyebab banyaknya hubungan perdagangan antar kerajaan. Kemudian perasaan senasib akibat dijajah oleh kolonial Belanda merupakan alasan mereka untuk mengajukan suatu negara yang disebut NKRI.

3. Pancasila.

Sehari setelah merdeka bangsa ini segera menentukan dasar negara (idiologi) dan undang - undang dasarnya. Pada saat menentukan dasar negara, mereka sangat mungkin untuk mengakomodir Piagam Jakarta sebagai dasar negara. Namun karena panitia BPUPKI tersebut ada yang beragama Nasrani (sebagian kecil), maka ditetapkanlah Pancasila sebagai dasar negara yang termaktub didalam UUD 1945.

4. UUD 1945.

Merupakan hasil perumusan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia.

Empat warisan tersebut merupakan kekuatan yang masih bisa diandalkan untuk mempertahankan NKRI. Dan sebagian besar bangsa Indoensia sebenranya masih menginginkan NKRI. Hal ini bisa dilihat dari olehraga. Saat Indonesia melawan Bahrain baru - baru ini, semua superter Indonesia bersatu, padahal sebelumnya antar klub sepakbola selalu berselisih. Intinya jumlah daerah yang memiliki "separatisme" jauh lebih sedikit daripada daerah yang masih menginginkan NKRI. Untuk itu hal yang perlu ditanamkan ke generasi sekarang adalah pemahaman idiologi Pancasila, agar tidak diganti menjadi idiologi yang lain. Kerukunan umat beragama dan semangat pluralisme harus tetap dijaga dan dikedepankan sebagai kekuatan bangsa. Menurut Pak Letjend (Purn) H.M.Yasin pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4) sebagai salah satu wadah doktrinasi idiologi Pancasila. Sejak usia pelajar, anak - anak bangsa ini harus dijelaskan dan diberi pemahaman nasionalisme yang baik sehingga mempunyai loyalitas kepada NKRI.

Hari Kebangkitan Nasional merupakan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah bangkitnya semangat kebangsaan yang ditandai oleh lahirnya gerakan budi utomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Seorang bijak berpendapat, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah bangsanya.

politik, ekonomi, social dan budaya. Pada tahap perjuangan ini tumbuh kesadaran para tokoh dan pemimpin pergerakan akan pentingnya persatuan dan kesatuan perjuangan. Setiap tahap perjuangan bangsa memiliki nilai-nilai kejuangan yang sifatnya lestari.

Dalam perkembangan kehidupan bangsa yang akan berubah adalah nilai-nilai operasionalnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Sebagai salah seorang warga bangsa Indonesia yang telah menikmati hasil perjuangan para pendahulu ( Founding Father ), harapan saya kedepan adalah menempatkan sejarah perjuangan bangsa sebagai sarana pembelajaran yang berkesinambungan dan pengalaman jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa secara nyata dalam menghadapi dinamika kehidupan yang akan terus berkembang dengan berbagai tuntutan dan tantangan yang semakin kompleks.Disinilah kita perlu menyadari bahwa baik dan buruknya suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh seberapa besar komitmennya terhadap sejarah bangsanya.

Oleh karena itu, dalam menyikapi hari kebangkitan nasional sebagai sebuah tonggak sejarah kita seharusnya bisa menjadikan tonggak sejarah tersebut sebagai tongkat estafet semangat kebangsaan dari generasi ke generasi bangsa Indonesia, dimana setiap generasi harus mampu memelihara semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ironisnya, semangat kebangsaan yang menjadi kebanggaan sejarah, dewasa ini semakin tipis terkikis oleh erosi kepentingan.

Kebangkitan Nasional merupakan tahap perjuangan

dalam bentuk pergerakan-pergerakan yang bersifat ideology,

TONGGAK

Secara umum, perjuangan bangsa kita untuk mencapai kemerdekaan bercorak amat lengkap. Ada upaya politik, sosial, dan budaya. Ada pula karya para pendiri republik yang sangat intelektual dengan banyak buah pikir ideologis yang amat bermutu. Juga ada perjuangan bersenjata.

Tak banyak bangsa terjajah yang memiliki kemampuan mengorganisasi perjuangan kemerdekaannya dalam arena politik, sosial, budaya, intelektual ideologis, diplomasi internasional, dan perjuangan bersenjata secara simultan seperti bangsa kita. Pada waktu itu, tersedia pula pilihan yang lebih aman dengan menyerahkan skenario masa depan yang dirancang penjajah.

Generasi pendiri bangsa dan negara kita memperlihatkan karakter bangsa pejuang yang ulet dan hebat, yang menolak didikte dan merancang sendiri skenario masa depan bangsanya.

Banyak yang menyatakan, para pendiri bangsa kita adalah the golden generation karena mereka bukan saja terdidik, tetapi juga tercerahkan dan memiliki semangat perjuangan yang amat besar untuk dengan percaya diri merebut kemerdekaan dan membangun kemandirian bangsanya.

Negara kebangsaan kita juga terbentuk atas upaya besar the founding fathers, yang tanpa kenal lelah, keluar masuk penjara memantapkan rasa kebangsaan Indonesia.

Tonggak pertama dan kedua

Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah peristiwa sejarah yang tak kalah nilainya dari proklamasi kemerdekaan. Tak banyak bangsa terjajah yang dapat melakukan hal ini; dengan kesadaran sendiri membentuk dan melahirkan bangsa terlebih dahulu sebelum negara.

Adapun proklamasi kemerdekaan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945- 1949 adalah tonggak besar sejarah kedua. Revolusi kemerdekaan dilaksanakan ketika banyak negara terjajah yang lain menerima pemulihan kekuasaan kolonial di wilayah masing-masing tanpa melawan. Gerakan kemerdekaan Indonesia yang begitu hebat itu telah memberikan inspirasi kepada lebih dari 30 negara di Asia-Afrika untuk membebaskan dirinya dari penjajahan selepas Perang Dunia II.

Ketika merdeka pada tahun 1945, luas wilayah kedaulatan negara kita di darat seluas 1.900.000 km2 dan di laut hanya 240.000 km2. Hal ini disebabkan berdasarkan Hukum Internasional pada waktu itu, lebar laut teritorial suatu negara adalah 3 mil laut dari pantai, mengelilingi pulau. Di luar 3 mil adalah laut internasional sehingga saat itu wilayah negara kita dipisah-pisah oleh laut internasional.

Tonggak ketiga

Maka, lahirlah Deklarasi Juanda, 3 Februari 1957, yang mengklaim ”Konsep Nusantara”, yang menyatakan bahwa seluruh laut antarpulau Indonesia adalah laut kedaulatan negara Indonesia, tak peduli dalam dan jaraknya, sehingga wilayah negara RI bertambah menjadi sekitar 5 juta km2. Pada waktu itu, klaim ini ditentang dan tidak diakui secara internasional.

25 tahun kemudian, melalui diplomasi yang alot, akhirnya pada tahun 1982 di Konvensi Hukum Laut (Unclos) wilayah Indonesia diakui berupa seluruh Nusantara, ditutup dengan garis tertutup dengan lebar laut teritorial 12 mil laut dari batas terluar. Saat ini luas wilayah kedaulatan negara kita mencapai 5.193.250 km2, terdiri dari luas daratan 1.900.000 km2 dan luas lautan 3.166.163 km2.

Wilayah seluas itu masih ditambah wilayah hak penguasaan ekonomi berupa Zona Ekonomi Eksklusif (diukur 200 mil dari wilayah teritorial) seluas 2.700.000 km2 sehingga wilayah kedaulatan Indonesia menjadi daratan 1.900.000 km2 dan lautan 5.866.163 km2.

Sekarang negara kita memiliki 17.504 pulau, 9.634 pulau di antaranya belum memiliki nama. Panjang pantainya 80.791,4 km2, garis pantai tropis terpanjang dan terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Jadi, wilayah Indonesia lebih merupakan perairan dan kita termasuk negara dengan perairan terluas di dunia.

Kedudukan laut amat strategis dalam membangun persatuan dan kesatuan nasional. Tak berlebihan untuk menyatakan bahwa Deklarasi Juanda adalah tonggak besar ketiga dari sejarah nasional kita.

Adalah tugas setiap pemerintahan untuk mengantarkan negara bangsanya mewujudkan tonggak-tonggak besar sejarah selanjutnya. Namun, pada era sekarang ini, tak akan ada tonggak sejarah besar yang dapat kita capai tanpa prestasi di bidang ekonomi. Indonesia

WAWASAN

erosi nasionalisme Indonesia disebabkan karena benerapa faktor, pertama karena rendahnya kualitas SDM. Hal ini karena kurangnya pemimpin yang kuat dan mampu menginspirasi para anggotanya agar bersedia memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negaranya, serta kualitas sektor pendidikan yang jauh tertinggal. Kedua adalah masalah militansi bangsa, dimana militansi itu sendiri adalah semangat yang tinggi atau keteguhan untuk berjuang menghadapi kesulitan, dan secara psikologis terkait di dalamnya faktor motivasi yang sangat kuat. Dan yang ketiga adalah jati diri yang masih labil. Hal ini membuat bangsa Indonesia dianggap sebagai bangsa yang masih dalam proses pencarian jati diri (a nation in waiting).

Ada 2 masalah mendasar yang hendak diungkapkan yaitu pertama, wawasan kebangsaan bagaimana yang dimaksudkan setiap kita peringati pada tanggal 20 Mei? Kedua adalah apakah konsep wawasan kebangsaan ini masih relevan tertanam ke dalam sanubari setiap warga negara yang notabene mengantongi KTP Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan ini kembali ke hati kita masing-masing. Bukannya hendak menihilkan segala teori-teori tentang keberadaan suatu kebangsaan ataupun teori-teori tata negara yang berkonsep idealis tetapi hati nurani kita yang merasakan dan menilai perjalanan hidup kita selama berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam realitas, rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami.

Marilah kita berandai-andai bahwa Indonesia sebagai suatu Negara telah hadir pada tanggal 20 Mei 1908 tersebut. Umur ini pun masihlah relatif muda jika kita bandingkan dengan keberadaan berbagai suku bangsa yang telah ada di Nusantara sejak ribuan tahun lalu. Juga kita bandingkan dengan negara-negara besar yang ada di dunia seperti Rusia, China, Amerika dan yang lain-lain telah berdiri jauh sebelumnya. Dari berbagai sumber yang ada, Indonesia secara resmi baru berdiri secara de-jure sejak 17 Agustus 1945 tetapi secara de-facto, artinya melihat kepada sudut wilayah kekuasaannya masih belum jelas secara pasti batas-batasnya di mana dan luas wilayahnya. Kemudian melalui perjanjian Linggarjati pada tanggal 25 Maret 1947 disepakati antara pihak Indonesia dan Belanda bahwa wilayah kekuasaan RI meliputi Sumatera, Jawa dan Madura dan selanjutnya RI bersama Belanda akan membentuk Negara Indonesia Serikat dengan nama RIS, yang salah satu Negara bagiannya adalah RI. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

Setahun kemudian pada tanggal 17 Januari 1948 ditanda tangani kembali suatu perjanjian yaitu Perjanjian Renville. Dalam perjanjian ini disepakati kembali wilayah kekuasaan RI secara de-facto dan de-jure hanya sekitar daerah Yokyakarta saja. Perjanjian Renville ini ditandatangani oleh Perdana Menteri Mr.Amir Syarifuddin dari Kabinet Amir Syarifuddin disaksikan oleh HA Salim, Dr.Leimena, Mr.Ali Sastroamidjojo (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal 155,163).

Dengan demikian Indonesia sebagai bangsa yang sangat muda masih perlu mencari jejak atau pondasi yang kuat dalam memahami apa yang disebut wawasan kebangsaan. Paham kebangsaan berkembang dari waktu ke waktu dan berbeda dalam lingkungan masyarakat dengan lingkungan lainnya. Pun jika berbicara masalah geografis, wilayah kekuasaan RI pun senantiasa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keadaan pada zamannya hingga kini terbentuklah wilayah kekuasaan Indonesia dari Sabang hingga Merauke dimana masih belum begitu jelas bagaimana proses penggabungan wilayah-wilayah ini, merujuk pada masa-masa awal berdirinya RI.

Wawasan kebangsaan pada masa Presiden Soeharto diinduksikan ke dalam setiap warga Negara Indonesia pada saat penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang ditetapkan melalui keputusan TAP MPR no.II tahun 1978 dalam bentuk 36 butir Pancasila. Sejak SMP hingga masuk perguruan tinggi setiap pelajar harus mengikuti penataran P4 dengan tujuan mulia agar nilai-nilai Pnacasila yang luhur itu dapat diresdapi kemudian diamalkan. Berbagai macam pola penataran dikenal dalam P4 seperti pola 10 jam, pola 100 jam, seminggu atau 2 minggu. Salah satu materi dalam penataran ini adalah memberikan pelajaran agar setiap warga Negara mempunyai paham kebangsaan yang seragam, sebangun dan berasal dari sumber yang sama yaitu pemerintah. Tidak boleh ada tafsir berbeda, bisa-bisa kita dicap pemberontak jika coba-coba menafsirkan berbeda walaupun secara kaidah ilmiah benar. Seingat kami, dalam penataran kita di doktrin untuk mengenal yang namanya Indonesia belaka. Kemajemukan wilayah Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa harus lebur dalam satu identitas yaitu hanya Indonesia. Umumnya kita terpengaruh dengan dogma-dogma kebangsaan seperti itu sehingga yakin dan ingin memperkukuh identitas kebangsaan Indonesia dalam praktek kehidupan sehari-hari seperti melupakan pemakaian bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari, tidak memasukan unsur kebudayaan lokal dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan dan masih banyak lagi yang lain.

Kini setelah era Soeharto berlalu maka sadarlah kita tentang wawasan kebangsaan itu. Kita bisa berdebat apa saja tentang definisi dan makna wawasan kebangsaan. Bahkan kita juga bisa mempertanyakan keabsahan berdirinya BO sebagai organisasi pertama bumi putera karena sebelumnya telah berdiri organisasi bumi putera lainnya yaitu Sarekat Islam. Dari sisi keabsahan ini saja sudah muncul kecurigaan terhadap pusat terhadap apa maksudnya mencantumkan hari lahir BO sebagai rujukan hari Kebangkitan Nasional. Belum lagi kalau kita mendebatkan tentang makna KEBANGSAAN itu sendiri.

Apakah yang dimaksud dengan bangsa adalah suatu bentuk negara semata? Kalaupun ini kita sepakati kita juga harus ingat hampir seluruh bangsa-bangsa di dunia dibentuk dari berbagai rumpun suku bangsa. Membicarakan bangsa artinya kita juga wajib membicarakan rumpun-rumpun suku bangsa yang ada di dalamnya. Suku bangsa membentuk mozaik negara sehingga tampak indah, bervariasi, saling memperkaya dan melengkapi. Konsekuensi dari membicarakan suku bangsa kita membicarakan nasib suku bangsa itu juga. Apakah suku bangsa tertentu telah hidup layak dalam negara Indonesia yang sudah merdeka selama 61 tahun. Atau jangan-jangan setelah bernaung dalam Negara kesatuan Indonesia dan mendapat kuliah wawasan kebangsaan berhari-hari ternyata kehidupan tidak membaik juga malah cenderung memburuk, ditandai dengan untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar air, listrik, pendidikan dan kesehatan saja tidak mampu.

Pusat umumnya dikenal sebagai daerah pulau Jawa sedangkan "daerah" lebih dikenal sebagai daerah-daerah di luar pulau Jawa. Pembagian sederhana ini hanya berdasarkan persepsi bahwa apa yang terjadi di pulau Jawa terutama di Jakarta dianggap merupakan dinamika yang terjadi di pusat. Berita-berita tentang peristiwa politik di Jawa, bencana di Pulau Jawa, kerusuhan dan sebagainya biasanya akan dianggap sebagai sesuatu yang datang dari pusat. Bagi mereka yang menguasai isu-isu daerah pulau Jawa maka dapat mengklaim dirinya sebagai pengamat nasional, barangkali lantaran pendapat-pendapat mereka dimuat di media nasional. Ini bukanlah upaya mempertentangkan antara pulau Jawa dan pulau lain namun semata-mata membicarakan realita yang berkembang minimal di daerah. Dalam konteks penyebaran informasi demikian juga yang terjadi. Semua berita-berita dari pulau Jawa dengan mudah mengalir ke daerah-daerah bahkan daerah terpencil sekalipun, memakai parabola misalnya. Perusahaan-perusahaan nasional pun berbasis di pulau Jawa walau mencari makan di daerah. Tidak ketinggalan juga pemerintah pusat tetap mempertahankan kekuasaannya yang mulai di perkecil dalam otonomi daerah, ke tingkat provinsi. Untuk yang satu ini kasus Aceh dapat dijadikan pelajaran dimana Aceh yang sudah berwenang mengatur pemerintahannya sendiri sesuai dengan MoU Helsinki ternyata wewenangnya tetap sama seperti provinsi yang lain. Hal ini terlihat dari draft Peraturan Pemerintah tentang Kewenangan yang disusun oleh mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra

Namun lihatlah sebaliknya. Berbagai peristiwa politik, bencana, kerusuhan bahkan informasi yang datang dari daerah biasanya akan dianggap sebagai peristiwa "daerah" belaka dan jika ada orang yang menguasai isu-isu ini maka akan disebut sebagai pengamat lokal. Ketimpangan-ketimpangan inilah menjadi salah satu pemicu disharmonisasi antara pusat dan daerah sehingga membuat kita harus merumuskan kembali apa yang dimaksud dengan wawasan kebangsaan.

Wawasan kebangsaan dalam prakteknya seharusnya bersifat setara antara satu daerah dengan daerah lain. Daerah yang juga merupakan penyusun negara ini harus mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang dan mempunyai kemampuan untuk melayani masyarakatnya dengan layak. Kita tentu tidak ingin membuat semua daerah harus mempunyai keadaan atau situasi yang serba sama seperti suatu negara komunis yang sama rata-sama rasa. Minimal jurang yang terbentang antara daerah dan pusat tidak terlalu jauh seperti sekarang ini. Seorang anak bangsa tidak akan nyaman berbicara tentang wawasan kebangsaan jikalau melihat bangsanya sendiri hidup serba keterbatasan padahal di daerah lain yang diklaim sebagai daerah pusat segala fasilitas tersedia. Nikmatkah kita berbicara tentang wawasan kebangsaan pada seorang penduduk kampong yang harus setiap hari menyeberangi sungai dengan rakit padahal di daerah lain ada jembatan yang tidak ada sungai yaitu jalan layang. Padahal sama-sama bangsa Indonesia

Ada satu hal menarik tentang paham kebangsaan di antara Bapak pendiri Indonesia. Mohammad Hatta pernah mengatakan bahwa sulit memperoleh kriteria yang tepat apa yang menentukan bangsa. Bangsa bukanlah didasarkan pada kesamaan asal, persamaan bahasa dan persamaan agama. Menurut Hatta kembali, "bangsa ditentukan oleh sebuah keinsyafan sebagai suatu persekutuan yang tersusun jadi satu, yaitu keinsyafan yang terbit karena percaya atas persamaan nasib dan tujuan. Keinsyafan yang bertambah besar oleh karena sama seperuntungan, malang yang sama diderita, mujur yang sama didapat, oleh karena jasa bersama, kesengsaraan bersama, pendeknya karena peringatan kepada riwayat bersama yang tertanam dalam hati dan otak" (Mohammad Hatta; beberapa pokok pikiran; Jakarta UI-Press, 1992). Pemahaman ini terasa pas saat melihat situasi fatual berbagai daerah. Sepertinya Hatta lebih jujur dalam memandang kebangsaan, tidak memanipulasi pikiran dan konsepnya relevan sepanjang masa.

Hari ini banyak pengamat nasional atau ahli wawasan kebangsaan yang mengeluhkan tentang wawasan kebangsaan yang mulai pudar di masyarakat. Banyak anak muda tidak hafal lagu Indonesia Raya, tidak tahu nama-nama pahlawan, suka meminta bantuan kepada bangsa asing, meminta otonomi lebih besar dan lain sebagainya, demikian katanya. Namun ini semua seharusnya sudah dapat ditebak akan terjadi mengingat perlakuan Negara terhadap warga. Merujuk kepada pernyataan bung Hatta bahwa adanya kesamaan nasib antara semua anak bangsa maka kita menyadari bahwa hal ini sudah tidak terdapat lagi di Indonesia. Jika hal ini dapat kita perkecil dan negara dapat melayani warganya sebaik mungkin, mudah-mudahan wawasan kebangsaan akan menguat kembali di hati sanubari.

HUMOR

DI KUTIP OLEH : JAMSON

Mengapa kalian selalu kembali?

Sepasang anak muda mengunjungi seorang seksolog.
Anak muda : dokter, kami adalah suami istri yang baru menikah. Kami ingin tahu apakah cara kami berhubungan seks sudah benar atau belum. Maukah dokter melihatnya?
Seksolog tersebut agak kaget sebentar, namun kemudian setuju. Kedua anak muda tersebut lalu naik ke ranjang praktek dan melakukan hubungan
seks. Setelah mereka selesai, seksolog tersebut berkata.
Seksolog : ya, cara kalian sudah benar. Biayanya rp. 25.000,-
setelah membayar, keduanya lalu pulang. Namun keesokan harinya mereka muncul lagi kepada seksolog tersebut. Kali ini keduanya melakukan hubungan seks dalam posisi yang berbeda. Demikian seterusnya selama 4 hari berturut-turut mereka kembali dan selalu melakukan seks dengan gaya dan posisi yang berbeda.
Pada hari kelima, seksolog tersebut tidak tahan lagi.
Seksolog : saya melihat bahwa cara kalian sudah benar dan kalian sudah ahli dalam hubungan seks. Mengapa kalian selalu kembali lagi?
Anak muda : kamar hotel terlalu mahal. Sedangkan disini cuma rp 25.000,-. Di samping itu biaya ke dokter akan diganti oleh kantor saya.

gadis matematika dan gadis logika

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara
berpikirnya matematis (m) dan yang lainnya cara
berpikirnya mengandalkan logika ( l) . Mereka berdua
berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan
jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa
lama mereka berjalan….

M : apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria
yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak
tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya
khawatir dia bermaksud jelek.

L : itu hal yang logis. Dia ingin memperkosa kita.

M : oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti
ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap
kita. Apa yang harus kita lakukan.

L : hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan,
yaitu berjalan lebih cepat.

M : itu tidak banyak membantu, gimana nich…..

L : tentu saja itu tidak membantu, logikanya kalau
kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat
jalannya.

M : lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan
kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap
kita dalam waktu dua setengah menit…

L : hanya ada satu langkah logis yang harus kita
lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat
jalan yang kekanan. Sehingga dia tidak bisa mengikuti
kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti
olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata pria tadi
mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika
(l ). Gadis matematis ( m) tiba di rumah lebih dulu dan
dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak
berapa lama kemudian, ga dis logika (l ) datang.

M : oh terima kasih tuhan.. Kamu tiba dengan selamat.
Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh pria tadi?

L : setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

M : ya.. Ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan
kamu?

L : sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat
tenaga dan pria itupun juga lari sekuat tenaga
mengejar saya.

M : dan… dan..

L : sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya
di tempat yang gelap…

M : lalu.. Apa yang kamu lakukan?

L : hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan,
yaitu saya mengangkat rok saya..

M : oh… lalu apa yang dilakukan pria tadi?

L : sesuai dengan logika… dia menurunkan
celananya…

M : oh tidak… lalu apa yang terjadi kemudian?

L : hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat
roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang
berlari sambil memelorotkan celananya… so ak

hirnya
aku bisa lolos dari pria itu…



BIOTEKNOLOGI

a. Jagung merupakan sumber kalori pengganti atau suplemen bagi beras, terutama bagi sebagian masyarakat pedesaan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawei. Dewasa ini, proporsi penggunaan jagung sebagai bahan pangan cenderung menurun, tetapi meningkat sebagai pakan dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan jagung dikonsumsi dalam bentuk segar, kering, dan dalam bentuk tepung.

Bekatul mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15) dan dietary fiber (serat pencernaan). Konsentrasi vitamin B15 per 100 gram bahan: rice bran(beras) 200 mg, jagung 150 mg, haverout 100 mg, wheat bran (dedak gandum) 30 mg.

Adapun kandungan gizi jagung (zenmayslina) : energi 150,00 kalori, protein 1,600 g, lemak 0,60 g, karbohidrat 11,40 g, kalsium 2,00 mg, fosfor 47,00 mg, serat 0,40 g, besi 0,30 mg, vitamin A 30,00 RE, vitamin B1 0,07 mg, vitamin C 3,00 mg, niacin 0,60 mg.

b. Nilai tambah produk dari segi ekonomi

Dalam hal ini mungkin sedikit persaingan, karena produk yang kami tawarkan adalah produk baru yang belum ada sebelumnya di Desa Sekaran. Sehingga kami mengembangkan bisnis ini ke warung-warung yang masih menggunakan tempe sebagai salah satu menu utamanya. Serta selalu melakukan inovasi produk, dengan mengutamakan kepuasan konsumen.

c. Keterkaitan dengan produk lain

Dalam pembuatan tempe bekatul jagung, bahan baku mudah didapatkan di pasar-pasar maupun toko sembako terdekat. Di samping mudah didaptakan harganya relatif murah, sehingga cocok untuk masyarakat golongan wkonomi menengah ke bawah.

d. Potensi pasar

Banyaknya masyarakat yang sudah mengenal jagung maupun bekatul jagung dalam kehidupan sehari-hari serta mengingat harga tempe kedelai yang sekarang realtif mahal, maka usaha ini memiliki potensi dan sgemen pasar yang cukup besar. Apalagi harga dari produksi ini juga tidak terlalu mahal, relatif murah dengan kualitas produk yang baik dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya karena dibuat dari bahan-bahan alami.

e. Pesaing dan peluang usaha

Walaupun sudah banyak produk tempe di pasaran, namun produk tempe dari bahan bekatul jagung ini masih baru diperkenalkan pada masyarakat, sehingga tidak menutup kemungkinan peluang usaha.

Mahalnya harga kedelai di pasaran Internasional sampai pasaran tradisional membuat para produsen tempe di Indonesia banyak yang gulung tikar karena tidak bisa berproduksi dan menutupi biaya operasional pabrik yang sangat tinggi. Akibatnya banyak karyawan yang sehari-hari menggantungkan hidupnya pada pabrik tempe ikut menjadi korban. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para pengusaha tempe di Indonesia untuk mempertahankan usahanya, salah satunya dengan mengurangi jumlah pekerja demi menutupi biaya operasional dan kelangsungan produksinya.

Berbagai inovasi dilakukan untuk mencari alternatif lain pengganti tempe sebagai salah satu sumber protein, salah satunya adalah tempe dari bekatul jagung (Zenmayslina).

Khasiat jagung antara lain pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sistem sayaraf, mencegah konstipasi, menurunkan resiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang, serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.

Dalam perdagangan, jagung dibagi dalam kelas-kelas, mulai dari yang nomor satu sampai kepada kelas terendah. Kelas jagung tersebut berubah-ubah tergantung dari kandungan airnya, jumlah biji yang pecah, retak atau berjamur dan benda-benda yang bercampur dengan jagung tersebut. Termasuk kelas nomor satu adalah jagung yang bijinya utuh, bearnya seragam dan setiap biji harus dari mutu yang baik. Tidak boleh ada biji yang pecah, berjamur, retak atau lunak dalam jagung nomor satu, kandungan air tidak melebihi 14 %. Jagung di kelas terendah mengandung lebih 23 % air (Anggorodi, 1985:244).

Protein jagung dapat bervariasi dari mulai sedikit di bawah 8% - lebih dari 10 % rata-rata adalah 8,7 %. Dedak jagung terdiri dari lapisan luar biji jagung, mencakup kulit dan ujung tudung dengan sedikit bagian pati lembaganya. Dedak jagung tidak menyamai dedak gandum dalam komposisinya, karena jagung tidak banyak mengandung protein dari pada biji jagung. Sebagai makanan karhidrat bagi ayam, dedak jagung ada lah kurang baik dibandingkan jagung giling.

Pada tahun 50-an bekatul menjadi makanan populer dikalangan petani dan penduduk pedesaan Indonesia. Ketika petani memupuk tanaman padinya dengan pupuk kandang, dan mengolah lahannya masih memakai kerbau atau sapi, serta petani menumbuk padi masih menggunakan alu. Bekatul jagung masih menjadi makanan populer, karena murah dan selalu siap setiap saat untuk dikonsumsi. Mereka belum menyadari betul manfaat bekatul sebagai penyembuh penyakit beri-beri karena banyak mengandung vitamin B1. Selebihnya hanya merasakan bahwa bekatul bisa menambah ketahanan tubuh mereka selam bekerja di sawah, tidak cepat lelah, tahan penyakit dan murah serta tersedia dengan melimpah.

Setelah menjadi modernisasi pengelolaan pertanian di pedesaan (Jawa), maka bekatul jagung mulai kurang populer, bahkan sudah banyak masyarakat saat ini yang belum pernah mengkonsumsi bekatul. Kita lebih mengenal bekatul sebagai makanan ternak. Hampir semua peternak memberikan makanan ternaknya dengan bekatul, seperti sapi, kerbau, kambing, kuda, dan sebagainya.

Terjadinya krisis pangan yang melanda saat ini, yang dikarenakan kurangnya produksi dan mahalnya bahan baku pembuatan produk menyebabkan harga bahan baku semakin tinggi di pasaran.

Proses Fermentasi

Proses fermentasi yang biasa pula dikenal dengan istilah ‘peragian’ adalah suatu proses yang memanfaatkan jada dari jasad renik misalnya rhizopus oligosporus dan rhizopus tolonifer yang digunakan untuk mengubah kacang kedelai menjadi tempe. Tempe, kecap, oncom, tauco, sosis, keju, tape, bir, brem, dan anggur merupakan beberapa jenis makanan/minuman yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia

C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan : 118 kJ per mol)

Dijabarkan sebagai

Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) Alkohol (etanol) + Karbon dioksida

+ Energi (ATP)

Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.

Proses pembuatan tempe jagung adalah:

1. Biji jagung yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran, dicuci dengan air yang bersih kemudian direndam selama 1 malam.

2. Setelah bersih, jagung direbus dalam air selama 1 jam.

3. Jagung kemudian direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air perebusan supaya jagung mengembang.

4. Berikutnya, jagung direndam dalam air dingin selama 12 jam.

5. Jagung direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman.

6. Jagung diambil dari dandang, diletakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Selanjutnya, jagung dibiarkan dingin sampai permukaan keping jagung kering dan airnya menetes habis.

7. Sesudah itu, jagung dicampur dengan laru (ragi 2 %) guna mempercepat/merangsang pertumbuhan jamur. Proses mencampur jagung dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah tahap penentu keberhasilan dalam membuat tempe jagung.

8. Bila campuran bahan fermentasi jagung sudah rata, campuran tersebut dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya dipakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, palstik dilobangi/ditusuk-tusuk. Maksudya ialah untuk memberi udara supaya jamur yagn tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam. Daun yang biasanya buat pembungkus adalah daun pisang atau daun jati. Ada yang berpendapat bahwa rasa yang dibungkus plastik menjadi aneh “aneh” dan tempe lebih udah busuk (dibandingkan dengan yagn dibungkus daun).

9. Campuran jagung yagn telah dicetak dan diratakan permukaannya dihamparkan di atas rak dan kemudian dituutp selama 24 jam.

10. Setelah 24 jam, tutup dibuka dan campuran jagung didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam lagi. Setelah itu, campuran jagung telah menajdi siap jual.

11. Supaya tahan lama, yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat dibekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin.

  • Proses membekukan untuk ekspor adalah sbb. Mula-mula tempe diiris-iris setebal 2-3 cm dan di-blanching, yaitu direndam dalam air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim. Kemudian, tempe dibungkus dengan plastik selofan dan dibekukan pada suhu 400C sekitar 6 jam. Setelah beku, tempe dapat disimpan.

Dibuka daunnya lalu diletakkan diatas rak untuk dimalamkan satu malam, maka jadilah tempe jagung.

Jagung kuning

Selain jagung kuning, masih ada 2 warna lagi, pada jagung (Zea mays), yaitu jagung putih dan jagung merah. Diantara ketiga warna itu, jagung merah dan jagung putih jarang terlihat di Indonesia. Jagung kuning merupakan bahan baku ternah dan ikan yang populer digunakan di Indonesia dan di beberapa negara. Jagung kuning digunakan sebagai bahan baku penghasil energi, tetapi bukan sebagai bahan sumber protein, karena kadar protein yang tendah (8,9%), bahkan defisien terhadap asam amino penting, terutama lysin dan triptofan.

Kandungan nutrisi jagung :

  • Bahan kering : 75 – 90 %
  • Serat kasar : 2,0 %
  • Protein kasar : 8,9 %
  • Lemak kasar : 3,5 %
  • Energi gross : 3918 Kkal/kg
  • Niacin : 26,3 mg/kg
  • TDN : 82 %
  • Calcium : 0,02 %
  • Fosfor : 3000 IU/kg
  • Asam Pantotenat : 3,9 mg/kg
  • Riboflavin : 1,3 mg/kg
  • Tiamin : 3,6 mg/kg

Analisis mutu dan keamanan konsumsi bagi kesehatan

1. Khasiat dan Kandungan Gizi Tempe

Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan emncegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner , diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, penegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.

Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amini bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gizi tempe lebih udah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktika pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.

Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).

Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tenpe untuk meningkatkan mutu serelia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagug, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.

Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7 : 3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.

2. Anti Oksidan

Di dalam tempe ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.

Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, disamping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus Iuteus dan Coreyne bacterium.

Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat menegah terjadinya proses penuaan dini.

Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

Salah satu jenis produksi industri kimia yang dibutuhkan dalam jumlah yang terus meningkat adalah industri n-butanol. N-Butanol yang memiliki rumus kimia C4H9OH, merupakan produk hasil reaksi n-butiraldehid dengan hidrogen. n-Butanol merupakan cairan putih jernih dan berbau tajam. Produksi n-butanol sebagian besar digunakan pada pembuatan resin urea fonnaldehid dan plasticizer dibutil pthalat.

Disamping itu n-butanol juga digunakan untuk :

  • bahan pelarut (solvent)
  • pembuatan pernis nitroselulosa
  • pembuatan minyak rem
  • bahan ekstraksi pembuatan antibiotik, vitamin, dan hormon
  • bahan pelarut ekstraksi minyak
  • pembuatan 2,4-dikloropenoksi asam asetat yang merupakan racun rumput
  • bahan pengering azeotrop (azeotropic dehidrating agent)
  • pembuatan bahan-bahan kimia seperti butil amina, butil stearat, butilena, asam butirat, dan dibutil anilin.

Senyawa n-butanol pertama sekali ditemukan pada tahun 1852 oleh Wyrtz dengan cara memisahkan n-butanol dari campuran-campuran amil alkohol (minyak fusel). Kemudian pada tahun 1871, Lieben dan Rossi berhasil memperoleh n-butanol dari reduksi n-butiraldehid.

Sifat-sifat n-Butanol

A. Sifat Kimia n-Butanol

n-Butanol merupakan senyawa organik yang memiliki ikatan hidrogen, sehingga senyawa ini mempunyai titik didih yagn tinggi.

Gambar 1. Ikatan Hidrogen n-Butanol

Gambar 1. Ikatan Hidrogen n-Butanol

R – O – H

R

R – O – H O

H

Ada tiga reaksi utama terhadap n-butanol, yaitu :

1. Reaksi Substitusi

Gugus OH pada n-butanol dapat diganti oleh atom halogen, misalnya klor.

Persamaan reaksi :

CH3CH2CH2-OH + H-Cl CH3CH2CH2CH2-Cl + H2O

n-butanol n-klorobutana

2. Reaksi Oksidasi

n-butanol dapat dioksidasi oleh sejumlah senyawa menjadi asam karbosilat. Senyawa yang biasa digunakan sebagai zat pengoksidasi adalah : KmnO4 dengan OH, HNO3 pekat, atau H2CrO4.

3. Reaksi Eliminasi

n-butanol dapat bereaksi eliminasi dan menghasilkan n-butilena. Reaksi ini melepaskan air, sehingga disebut juga reaksi dehidrasi. Reaksi berlangsung pada temperatur 60C dengan katalis dehidrasi H2SO4 pekat.

B. Sifat Fisika n-Butanol

No

Parameter Sifat Fisika

Nilai

1

Berat Molekul (gr/mol)

74,12

2

Titik didih pada 1 atm (o C)

117,73

3

Titik beku, ( o C )

-89,3

4

Spesifik gravity pada 20oC

0,8098

5

Indeks Bias

1,3993

6

Viscositas pada 20oC, cP

2,95

7

Kalor Jenis pada 20oC, kal/g

0,559

8

Panas Penguapan, kal/g

141,3

9

Panas Pembakaran, kkal/g

8,62

10

Temperatur Kritis, oC

287

11

Tekanan kritis, atm

48,4

12

Titik Nyala, OC

32

13

Tegangan Permukaan pada 20oC, dyne/cm

24,6

14

Kelarutan dalam air pada suhu 30oC, % berat

7,1

15

Kelarutan air pada n-butanol pada 30oC, % berat

20,6

16

Titik Didih, OC

92,7

PROSES PEMBUATAN n-BUTANOL

n-Butanol dapat diperoleh dari berbagai macam proses seperti fermentasi, kondensasi aldol, proses reppe oksidasi butana, ziegler, dan hidrogenasi.

2.1 Proses Fermentasi.

Bahan baku yang biasa digunakan untuk menghasilkan n-butanol pada proses fermentasi adalah molase. Molase merupakan hasil samping dari industri gula yang diperoleh setelah sakarosa dikristalisasi dan disentrifusi dari sari gula tebu.


Proses fermentasi molase menggunakan kultur bakteri. Bakteri ini dapat mengubah glukosa menjadi nButanol dan gas Ch. Molase bersama kultur bakteri dimasukkan ke dalam tangki fermentasi yang beroperasi pada kondisi aerob. Pada proses ini akan terbentuk gas CO2 clan hidrogen. Gas-gas ini ditampung untuk kemudian direcovery.

Reaksi fermentasi:

(C­6H10O5)x C6H12O6CH3COCH3 + CH2CH2CH2OH + C2H2OH + CO2 + H2

Alkohol hasil fermentasi merupakan alkohol berkadar rendah yang disebut geer. Alkohol ini kemudian dibawa ke ko;om beer. Kolom ii berjumlah 2 buah dan berfungsi untuk menaikkan konsentrasi alkohol yang diperoleh. Hasil atas beer kolom kedua dibawa ke kolom destilasi pertama untuk memisahkan aseton dari alkohol. Hasil bawah kolom beer dibawa ke kolom destilasi kedua utnuk memperoleh

n-butanol dengan kemurnian 96%.

Selain n-butanol, proses ini juga menghasilkan aseton dan etanol. Tiap 1 gallon molase mengandung 6 lb gula yang akan menghasilkan 1,45 lb n-butanol; 0,4 lb aseton; dan 0,07 lb campuran etanol, CO2, dan hidrogen.

2.2. Kondensasi Aldol

Proses aldol merupakan proses pembuatan n-butanol secara sintetik. Bahan baku yang digunakan pada proses ini adalah etil alkohol atau asetilen. Mula-mula etanol didehidrogenasi atan asetilen dihodrasi untuk menghasilkan asetaldehid dengan menggelakkan katalis merkuri sulfat.

Kemudian asetaldehid dikondensasi pada reaktor menjadi aldol pada temperatur 10-25 DC dan tekanan atmosfer, dengan menambahkan sejumlah kecil soda kaustik. Sebesar 60% asetaldehid akan terkonversi menjadi aldol.

Dari reaktor, aldol dibawa ke kolom dehidrasi untuk memisahkan aldol dari asetaldehis yang tidak terkonversi. Asetaldehid yang terpisah direcycle ke tangki asetaldehis untuk digunakan sebagai umpan reaktor. Dari kolom dehidrasi aldol diumpankan ke kolom destilasi untuk direaksikan dengan asam asetat membentuk krotonaldehid. Krotonaldehid kemudian dihidrogenasi pada fase uap untuk menghasilkan n-butanol.

Persamaan reaksi:

CH3CHO CH3CH(OH)CH2CHO CH3CH=CHCHO CH3 CH2CH2OH

Asetaldehid aldol krotonaldehid n-butanol

Pada kolom hidrogenasi, gas hidrogen clan katalis, nikel-kromium diumpankan. Kolom hidrogenasi bekerja pada temperatur 135-175oC. Produk keluar kolom ini dengan kemurnian 80% n-butanol clan 20% n-butiraldehid.

2.4 Proses Hidrogenasi

Butiraldehid cair yang terdiri dari 99% n-butiraldehid dan 1% i-butiraldhid dicampur dengan air (3% ari maupan butiraldehid) pada sebuah mixer yang bekerja pada tekanan 1 mm dan temperatur 30oC untuk menghindari ketonisasi. Campuran ini diuapkan pada vaporizer, dan dikontakkan dengan gas yang terdiri dari 99,5% H2 dan 0,5% N2 pada suatu reaktor hidrogenasi.

Reaktor hidrogenasi ini merupakan fixed bed reactor dengan dua buah bed didalamnya. Pada reaktor terjadi reaksi hidrogenasi antara n-butiraldehid dan H2 sebagai reaksi utama, reaksi hidrogenasi antara i-butanol dan H2 sebagai reaksi samping. Untuk mempercepat mekanisme reaksi digunakan katalis Co pada permukaan alimina.

Persamaan reaksi :

C3H2CHO + H2C4H9OH

n-butiraldehid n-butanol

Reaktor bekerja pada tekanan pada tekanan 35 atm, temperatur 100-200oC. Bahan baku memasuki reaktor pada temperatur 100oC dan meninggalkan reaktor pada temperatur 155,4oC. Reaksi hidrogenasi adalah reaksi eksoterm, mm karena reaktor adalah bersifat adiabatis maka kelebihan panas pada reaktor dihilangkan dengan air pendingin yang memasuki reaktor melalui external exchanger. Pada reaktor ini 75% n-butiraldehid akan terkonvensi menjadi n-butanol.

Hasil dari reaktor kemudian dibawa ke separator yang bekerja pada tekanan 37 atm dan temperatur 60oC untuk memisahkan sisa gas H2 dan gas inert N2 dari butanol, butiraldehid, dan H2O. Gas H2 dan N2 yang keluar dari top separator setelah diturunkan tekanannya paa expansion valve menjadi 30 atm akan dipurging ¼ bagian, sedangkan sisanya direcycle dan dicampurkan kembali dengan umpan gas dari H2 plant.

Butiraldehid, butanol, dan H2O yang meninggalkan bottom separator akan menuju ke menara destilasi-1 untuk pemurnian butanol setelah diturunkan tekanannya hingga 1 atm pada expansion valve. Umpan memasuki menara destilasi-1 pada tekanan 1 atm dan temperatur 101,5oC. Produk bawah menara destilasi-1 terdiri dari 99% n-butanol, 0,75% ibutanol, dan 0,25% H2O.

Destilat menara destilasi-1 yang terdiri dari n-butiraldehid yang terdiri dari n-butiraldehid, i-butiraldehid, H2O, dan sebagian i-butanol akan diumpankan ke menara destilasi-2 pada tekanan 1 atm dan temperatur 80,6oC. Menara sedtilasi-2 bertujuan untuk memanfaatkan sisa butiraldehid sebagai bahan proses dengan merecycle destilat menara destilasi-2 ke mixer kembal

PEMILIHAN PROSES

Pada proses pembuatan n-butanol sering menggunakan proses hidrogenasi, karena proses hidrogenasi memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan proses-proses lainnya, yaitu :

  • Memiliki konversi reaksi relatif lebih besar, yaitu 75%, sehingga untuk jumlah bahan-bahan yang sama banyaknya akan diperoleh basil n-butanol yang lebih banyak, sehingga secara ekonomis dipandang lebih menguntungkan.
  • Proses hidrogenasi tidak membutuhkan pemisahan yagn rumit, sehingga peralatan yang digunakan relatif lebih sederhana.
  • Kemurinian produk yang dihasilkan cukup tinggi, mencapai 99 %
  • Harga bahan baku pembuatan n-butanol dengan proses hidrogenasi relatif lebih murah.

n-butiraldehid sebagai bahan baku pembuatan n-butanol ini merupakan cairan jernih yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang khas. Sifat fisika n-butiraldehid antara lain dapat larut dalam air, etil alkohol, etil asetat, aseton, dan toluen, dan merupakan zat yang mudah terbakar. Sedangkan hidrogen merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan berasa, dan bila dicampur dengan udara akan menghasilkan campuran yang mudah terbakar dan meledak.

Spesifikasi bahan baku dan produk apat dilihat pada tabel berikut:

Keterangan

n-

Butiraldehid

i-Butiraldehid

Hidrogen

Nitrogen

Rumus Kimia

n-C3H7CHO

i-C3H7CHO

H2

N2

Berat Molekul

72,11

72,11

2

28

Titik Didih

Normal (oC)

74,8

64,1

-252,8

-195,8

Spesifik

Gravity (20oC)

0,817

0,7938

0,06948

0

Densitas pada

30oC (kg/m3)

731,9

728,9

0,08

1,126

Viscositas pada 30oC (cP)

0,343

0,504

0,019

0,009

Temperatur

Kritis (oC)

251

240

-240,2

-147,2

Tekanan kritis

(atm)

40

41

12,8

33,5

terangan

n-Butanol

i-Butanol

Rumus Kimia

n-C4H2OH

i-C4H9OH

Berat Molekul

74,120

71,12

Titik Didih Normal (oC)

117,73

107,89

Spesifik

0,8098

0,8057

Gravity (20oC)



Densitas pada 30oC (kg/m3)

787,2

785,4

Viscositas pada 30oC (cP)

2,307

2,95

Temperatur kritis (oC)

287

265

Tekanan kritis (atm)

43,6

42,4

Limbah Industri Minyak Kelapa Sawit

Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak kelapa sawit adalah limbah cair dan limbah padat. Limbah padatnya berupa tandan buah kosong dan cangkang sawit. Tandan buah kosong umumnya dapat dimanfaatkan kembali dilahan perkebunan kelapa sawit untuk dijadikan pupuk kompos. Prosesnya terlebih dahulu dicacah sebelum diaplikasikan (dibuang) ke lahan. Sedangkan cangkang buah sawit dapat dimanfaatkan kembali sebagai alternatif bahan bakar (alternative fuel oil) pada boiler dan power generation.

Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan industri pengolahan minyak sawit merupakan sisa dari proses pembuatan minyak sawit yang berbentuk cair. Limbah ini masih banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan tanah. Limbah cair ini biasanya digunakan sebagai alternatif pupuk di lahan perkebunan kelapa sawit yang sering disebut dengan land application.

Salah satu penanganan limbah tersebut adalah BIOdiesel plot plan

Biodiesel Kelapa Sawit, Alternatif BBM Ramah Lingkungan

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2000 yang dilakukan BPPT, bahan bakar biodiesel terbilang ramah lingkungan karena tingkat pencemarannya rendah. Hal ini sesuai dengan program langit biru pemerintah yang bertekad mengurangi kadar Sox NOx dan timbale dalam BBM.

Biodiesel kelapa sawit di negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia sudah banyak diaplikasikan. Sedangkan pemakaian secara besar-besaran justru terjadi di negara Amerika Latin dan Afrika, dimana produksi kelapa sawit cukup tinggi. Bahkan di Jerman pemakaian biodiesel sudah diterapkan langsung, baik utnuk kenderaan maupun mesin industri.

Dr. Ralf Truck, Direktur Campa Biodiesel Gmbh and Co, berkedudukan di Ochsenfurt, Jerman, dalam kesempatan sama menerangkan sisi positif penggunaan biodiesel. “Biodiesel kelapa sawit cocok untuk mengoperasikan banyak jenis dan merek mobil. Mengandung asetan tinggi, yiatu lebih dari 55, bebas dari sulfur, selalu bisa diperbaharui, tidak mengandung toksin atau racun, padat energi dan mampu dioperasikan di musim dingin, yaitu dalam suhu di atas mius 20 derajat Celcius,” jelas Truck.

Hanya saja bahan bakar ini perlu melalui proses transertifikasi lebih dulu sebelum bisa digunakan. Di Jerman, persediaan produksi kelapa sawit sangat terbatas mengingat negara ini tidak memusatkan diri di bidang perkebunan.

Alasan itulah yang dikemukakan Truck mengenai alasan pihak Campa Biodiesel menjalin kerjasama dengan BPPT dan PT Hutani Lestari sebagai pemasok kelapa sawit.

Rahamat menjelasaskan bahwa produksi kelapa sawit di Indonesia cukup meningkat dari tahun ke tahun. Dari satu hektar kebun dihasilkan rata-rata 20 ton. Setelah, diproses akan menghasilkan sekitar empat ton minyak kelapa sawit. Data tahun 2000 menunjukkan bahwa terdapat sekitar tiga juta hektar kebun kelapa sawit yang menghasilkan minyak sekitar 6,7 juta ton. Rahmat optimis kalau cadangan sumber energi fosil menipis, indonesia telah siap dengan sumber energi kelapa sawit.

BBM Alternatif.

Ir.Arsyadi Mulyosurono, kepala balai rekayasa desain sitem dan teknologi BPPT memperkirakan harga solar tahun 2003 bisa mencapai Rp.2200 per liter sehubungan dengan berkurangnya subsidi BBM dari pemerintah. Di sisi lain, Indonesia menjadi penghasil minyak kelapa sawit terbesar didunia. Untuk mengatasi over produksi dan menyeimbangkan harga BBM, maka kelapa swait perlu diolah menjadi biodiesel.

“hingga saat ini biodiesel di Indonesia baru mencapai tahap penelitian. Sedangkan Jerman sebagai negara yang sama sekali tidak memproduksi minyak kelapa sawit telah menjadi penghasil biodiesel terbesar di dunia,” Komentar Arsyadi. Ia menyebut juga Austria, Amerika Serika(AS), Jepang dan malaysia sebagai negara yang telah membangun biodiesel Plant dengan berbagai sumber bahan baku.

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti solar yang memiliki karakteristik serupa dengan solar. Sebagai bahan bakar, biodiesel memiliki beberapa kelebihan yaitu, ramah lingkungan dan selalu bisa diperbaharui. Dari hasil penelitian telah dibuktikan bahwa campuran antara biodiesel (30 Persen) dan solar (70 Persen) menghasilkan engine yang tak jauh beda dengan bahan bakar solar 100 persen.

Secara teknis, biodiesel (metil ester) terbentuk melalui reaksi transesterifikasi, yaitu reaksi anatara senyawa ester (CPO/CPO Parit) dengan senyawa alkohol (methanol). Menurut Arsyadi yang telah melakukan penelitian sejak tahun 2000, pada reaksi ini diperlukan kualitas untuk mempercepat proses. Produk yang dihasilkan dengan feed minyak kelapa sawit adalah 95 persen biodiesel (termasuk senyawa alkohol yang bereaksi) dan produk samping berupa 5 persen gliserol.

‘CPO Parit atau minyak kotor mempunyai kadar FFA antara 40 sampai 70 persen dan merupakan produk limbah dari pabrik kelapa sawit (PKS). Dengan pemanfaatan CPO Parit ini diharapakan tuntutan zero wate production akan terpenuhi,” jelas Arsyadi.

Produksi minyak kelapa sawit dengan rendemen sekitar 21 persen, hasil CPO parit diperkirakan antara 0,3 samapai 0,6 persen berat basah yang diproses.

Rencana pembanguanan pabrik biodiesel dirancang dengan kapasitas produksi 400 kilogram per jam. Lokasi pabrik disarankan menjadi bagian dari PKS. Sedang luas tanah yang diperlukan untuk bangunan diperkirakan 250 meter persegi.

“Selama ini 30 persen kebutuhan solar Indonesia di dapat dari impor. Dengan enghasilkan solar biodiesel diharap mampu menekan impor dan biaya solar di masa mendatang,” ujar Arsyadi yang telah bergabung dengan BPPT sejak 1981 ini.

Biaya Besar

Sejak tahun 2000, pengembangan biodiesel di Indonesia telah melalui beberapa tahap. Optimalisasi hasil litbang dilakukan mulai tahun 2002 ini. Tahun 2002 sampai 2003 akan mulai didirikan pilot plant dan aplikasinya, terdiri atas satu unit pilot plant serta studi fuel blending untuk uji status dan uji jalan.

Baru pada 2003 diadakan sosialisasi untuk komersialisasi. Tahap ini mencakup regulasi, standarisasi, skenario produksi dan studi dampak sosial ekonomi. Untuk membangun pilot plant berkapasitas lima hingga 10 ton per hari, BPPT menjalin kerjasama dengan pihak Campa Biodiesel pada tanggal 15 Maret 2002.

Dalam melakukan penelitian dan pengembangan terhadap biodiesel, BPPT tidak sendiri, BPPT bekerja sama dengan Departemen Pertanian, ITB, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), BPPT telah mulai meneliti biodiesel sejak tahun 1996.

Menurut Arsyadi, studi kasus rencana pembangunan pabrik biodiesel untuk pemenuhan bahan bakar memerlukan investasi sebesar Rp. 2,1 milyar. Jumlah ini belum termasuk pembangunan peralatan teknis dan sumber daya manusia. (mer)

Melakukan Pembuatan Biodiesel Pilot Plant pada Kelapa Sawit

Optimasi proses dari prototype dituangkan dalam desain pilot plant biodiesel berskala 8 ton/hari yang dibangun di Propinsi Riau. Penentuan lokasi pilot plant di daerah Riau ini, lantaran adanya dukungan dari Pemerintah Daerah setempat untuk membangun pilot plant serta ketersediaan bahan baku untuk uji coba. Luas areal yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk Biodiesel di daerah Riau merupakan yang terbesar di Indonesia yang mencapai 1.326.023 ha dengan produksi CPO mencapai 3.337.151 ton.

Pembangunan Biodiesel plant di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur-Sumatera Selatan dan di Kabupaten Kotabaru-Kalimantan Selatan, masing-masing dengan kapasitas 6 ton minyak biodiesel per hari.

Pada dasarnya, proses pembuatan Biodiesel sama untuk berbagai bahan baku sehingga pilot plant ini dapat difungsikan untuk memproduksi Biodiesel dengan bahan baku minyak apa saja. Pilot plant ini didesain dengan muatan lokal yang tinggi, dengan mengutamakan material dan pabrikasi dalam negeri (sumber BRSDT-BPPT dan dari berbagai sumber Lem Lit).


TEKNOLOGI BIOGAS UNTUK PETERNAK

Semangat pemerintah dalam upaya mengefesienkan biaya anggaran dengan secara bertahap mengurangi subsidi BBM mengakibatkan dikembangkannya sektor energi alternatif dan terbarukan. Teknologi biogas merupakan teknologi yang relatif sudah sangat tua dikembangkan dan digunakan di berbagai negara sejak puluhan tahun yang lalu. Teknologi ini mudah diaplikasikan dan dioperasikan bahkan di berbagai belahan dunia, mulai dari pedalaman afrika dengan teknik super sederhana, sampai skala industri di Jerman. Teknologi ini sangat sesuai dikembangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingai NTB merupakan salah satu sentra penghasil ternak terbesar di Indonesia.

Selain potensi aplikasinya yang memadai (mudah di buat), produksi biogas juga memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sebagai sarana penyedia energi siap pakai. Berdasarkan basis perhitungan pemanfaatan kotoran 2 ekor sapi, maka produksi biogas dapat mencapai 1 m3 per hari. 1 m3 Biogas setara dengan :

  • 60-100 watt lampu bohlam selama 6 jam
  • 5-6 jam memasak menggunakan kompor gas
  • Setara dengan 0,7 liter bensin
  • Dapat memproduksi 1,25 kwh listrik

Biogas merupakan campuran gas Metana (60-70%), CO2 dan gas lainnya yang dihasilkan oleh bakteri metanogenesis yang terdapat pada rawa dan perut manusia seperti sapi dan kerbau. Biogas terbentuk melalui tiga tahap, yaitu : hidrolisis, asidifikasi (pengasaman), dan metanogenesis. Pada tahap hidrolisi, molekul-molekul dioksidasi secara enzimatik menjadi molekul-molekul pendek. Molekul rantai pendek tersebut di uraikan lebih lanjut menjadi asam organik oleh bakteri asetogenik. Selanjutnya asam organik tersebut diuraikan membentuk gas metana.

Pembuatan Biogas

Semua bahan organik dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biogas, sampah hijau, kotoran ternak maupun unggas. Namun demikian, kotoran hewan lebih sering dipilih karena ketersediaannya yang melimpah, memiliki keseimbangan nutrisi, mudah dicerna dan relatif dapat diproses secara biologi. Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap paling cocok karena telah secara alami mengandung bakteri penghsil gas metana.

Secara teknis proses pembentukan biogas berlangsung dalam biodigester yang merupakan wadah kedap udara tempat terbentuknya biogas. Biodigester ini dapat dibuat dari drum, beton atau plastik. Teknologi biodigester yang saat ini paling banyak dikembangkan adalah menggunakan plastik polietilen. Penggunaan plastik sebagai material konstruksi sangat menguntungkan karena sederhana, mudah diinstalasi dan dioperasikan dengan harga yang sangat murah dibandingkan menggunakan drum atau beton. Harga material instalasi berkisar antara 200-300 ribu rupiah. Teknologi biodigester plastik ini sangat direkomendasikan terutama karena harganya yang sangat murah, operasionalnya mudah, sederhana dan sangat mudah dibuat. Lebih dari 200 ribu unit instalasi biogas plastik telah dibangun dan beroperasi dengan baik di Vietnam. Plastik juga tahan lama dengan usia pakai dapat mencapai 5-10 tahun.


kotoran ternak secara langsung dibersihkan menggunakan air dari lantai kadnang. Campuran air dan kotoran masuk ke dalam biodigester dan diproses membentuk biogas. Gas akan masuk ke dalam tabung penampung gas dan langsung bisa digunakan untuk memasak atau keperluan lainnya. Sedangkan keluaran/output digester dapat langsung digunakan sebagai pupuk cair atau dikeringkan menjadi pupuk kompos. Informasi lengkap mengenai teknik pembuatan biodigester dari bahan plastik ini sebenarnya telah sangat banyak dipublikasikan. Namun kebanyakan menggunakan bahasa Inggris. Sebuah kelompok pecinta pertanian telah emndokumentasikan tata cara pembuatan biodigester plastik dengan cukup detail. Dokumen yang menjelaskan details teknis pembuatan biodigester dari plastik tersebut di lampirkan dalam attachment(Teknik pembuatan biodigester dari plastik dan Biogas skala rumah tangga).

Kotoran sapi menjadi listrik

Salah satu pemanfaatan biogas yang sangat strategis namun belum banyak diterapkan adalah menjadikannya bahan bakar generator listrik. Karena ketika sudah menjadi listrik maka akan sangat mudah untuk di manfaatkan dengan berbagai macam cara. Baik untuk penerangan , atau menjadi sumber energi bagi alat-alat listrik lainnya . Balai besar pengembangan Mekanisasi Pertanian – Serpong telah berhasil mengembangkan pembangikit lsitrik skala rumah tangga menggunakan bahan bakar campuran solar-biogas, teknologi ini bisa diadopsi dan menurut hemat penulis sangat aplikatif untuk masyrakat terutama di daerah terpencil. Penulis juga berkeyakinan bahwa modifikasi Gen-set berbahan bakar bensin juga dapat dilakukan melalui penambahan conventer. Strateginya mirip dengan penambahan conventer pada mesin mobil berbahan bakar bensin agar mampu menggunakan bahan bakar gas. Namun demikian penelitian lebih lanjut untuk kasus generator listrik berbahan bakar murni biogas ini masih perlu dilakukan. Artikel mengenai pembangkit listrik tenaga solar-biogas dilampirkan di attachment.

Biogas di Gumi Sasak

Penulis pernah menfasilitasi pembuatan biogas di Kampung Bunmundrak, Desa Sukarare, Lombok Tengah dengan hasil yang memuaskan. Biodigester plastik yang dibuat mampu memproduksi gas secara terus-menerus dan dapat dipergunakan untuk memasak. Pengalaman ini bisa dijadikan contoh untuk penerapan teknologi ini di kalangan masyarakat yagn lebih luas.

Bangunan utama dari instalasi biogas adalah Digester yagn berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan-bahan organik oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari. Besar kecilnya digester tergantung pada kotoran ternak yang dihasilkan dan banyaknya biogas yang diinginkan. Lahan yang diperlukan sekitar 16 m2. Untuk membuat digester diperlukan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu kali, betu koral, batu emrah, besi konstruksi, cat dan pipa pro Lokasi yang akan dibangun sebaiknya dekat dengan kandang sehingga kotoran ternak dapat langsung disalurkan ke dalam digester. Disamping digester harus dibangun juga penampung sludge (lumpur) dimana sludge tersebut nantinya dapat dipisahkan dan dijadikan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Setelah pengerjaan digester selesai maka mulai dilakukan proses pembuatan biogas dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur dengan perbandingan 1:1 pada bak penampung sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemsukan kedalam digester.

2. Mengalirkan lumpur ke dalam digester melalui lubang pemasukan. Pada pengisian pertama kran gas yagn ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih mudah dan udara yagn ada di dalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh.

3. Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanayak 1 liter dan isi rumen segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasaitas digester 3,5 – 5,0 m­­2­. setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi

4. Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang terbentuk adalah gas CO2­. Sedangkan pda hari ke -10 samapai hari ke -14 baru terbentuk metana (CH­4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH4 54% dan CO2 27 % maka biogas akan menyala.

5. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 ini kita sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinu sehingga dihasilkan biogas optimal.

Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metana untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui.

Kotoran ternak bisa jadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Lewat proses fermentasi, limbah yang baunya amat merangsang itu dapat diubah menjadi biogas. Energi biogas punya kelebihan dibanding energi nuklir atau batu bara, yakni tak berisiko tinggi bagi lingkungan. Selain itu, biogas tidak memiliki populasi yang tinggi.